Kekuatan Zakat

Di dalam rukun Islam, zakat menempati peringkat ketiga, yakni setelah membaca dua kalimat syahadat dan shalat. Zakat hukumnya wajib berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’ atau kesepakatan umat Islam. Di dalam Al-Qur’an, zakat disebut-sebut secara langsung sesudah shalat dalam delapan puluh dua ayat. Ini menunjukkan betapa pentingnya zakat, sebagaimana shalat.

Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS.Al-Muzzammil:20)

Arti zakat menurut bahasa ialah : suci atau bersih (tathiir) dan bertambah (al-namaa’). Sedangkan menurut istilah syara’ ialah : memberikan atau menyerahkan sejumlah harta tertentu kepada orang yang berhak dengan syarat-syarat tertentu.

Zakat itu memiliki banyak hikmah dan pengaruh-pengaruh positif. Itulah yang menjadi kekuatan zakat. Berikut ini merupakan hikmah dan faedah zakat :

1.      Membina dan mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam

2.      Menghindarkan penumpukan harta perseorangan yang dikumpulkan atas penderitaan orang lain

3.      Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya, yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial

4.      Mengembangkan tanggung jawab perseorangan terhadap kepentingan masyarakat umum

5.      Mengimbangi ideologi kapitalis dan komunis

6.      Membantu, mengurangi dan mengangkat kaum fakir miskin dari kesulitan hidup dan pendapatan mereka

Dari sini dapat kita mengerti bahwa dengan zakat tersebut Allah ta’ala akan menutupi beberapa celah persoalan yang ada dalam masyarakat Islam. Selain itu zakat juga berfaedah :

          Bagi harta yang dikeluarkan zakatnya, bisa menjadikannya bersih, berkembang penuh dengan berkah, terjaga dari berbagai bencana, dan dilindungi oleh Allah dari kerusakan, keterlantaran, dan kesia-siaan.

          Bagi orang yang mengeluarkannya, Allah akan mengampuni dosanya, mengangkat derajatnya, memperbanyak kebajikan-kebajikannya, dan menyembuhkannya dari sifat kikir, rakus, egois, dan kapitalis

Bisa kita bayangkan bila satu orang berzakat sebesar Rp10.000 sebulan, berapa jumlah yang bisa terkumpul dalam setahun, 5 tahun, 10 tahun, bagaimana jika yang berzakat ada 10 orang atau 1000 orang atau mungkin 1 juta orang, 100 juta warga negara Indonesia? Subhanallah….

Introspeksilah diri kita, karena paling baik suatu amalan adalah mulai dari diri kita sendiri. Sudahkah kita menunaikan zakat? Sudahkah kita ikhlas dalam berzakat? Alangkah indahnya suatu amalan bila diiringi dengan keikhlasan….

Alangkah manisnya ibadah kita bila disekitar kita tidak ada yang menahan lapar dan lepas dari kesulitan hidup sehingga mereka bisa tersenyum bahagia…Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s