Yogyakarta atau Jogjakarta

Sampai saat ini, saya masih bingung dengan penggunaan istilah Yogyakarta dengan Jogjakarta. Bahkan sekarang ada yang mengatakan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), tetapi sebagian yang lain mengatakan DIJ (Daerah Istimewa Jogjakarta). Sebenarnya apa yang salah dengan Yogyakarta dan Jogjakarta? Dahulu, sebelum ada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) memang huruf  J akan dibaca dengan Y, sedang DJ akan dibaca dengan J. Contoh sederhana adalah nama ayah saya, Soejono maka orang akan memanggil beliau bapak suyono. Beda dengan tetangga sebelah rumah, Bp.Soedjono akan dipanggil dengan bapak sujono. Tapi itu kan sebelum ada EYD.Setelah ada EYD, seharusnya ejaan lama sudah tidak dipergunakan lagi. Saya masih ingat saat saya masih SD sampai sekarang, EYD masih merupakan andalan dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.            

Sampai akhirnya, baru-baru ini ketika ada pembuatan logo Jogjakarta yang baru, dengan menggunakan huruf J bukan Y, ini mulai jadi rancu lagi. Apalagi dengan maraknya, baik nama atau istilah-istilah baru yang sebenarnya justru malah tidak sesuai dengan EYD. Seperti adanya slogan, Jogjakarta Never Ending Asia atau adanya rumah sakit internasional yang menggunakan nama, Jogjakarta International Hospital. Lalu sempat tercuat adanya singkatan DIJ (Daerah Istimewa Jogjakarta). Jujur dalam hati saya, ada sebuah pertanyaan besar, apa sudah benar dengan semua istilah atau nama tersebut? Kalau semua itu benar, lalu ditaruh dimana EYD itu? Apa EYD yang telah disepakati bersama akan kembali lagi disempurnakan? Lalu bagaimana dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar?           

Setiap kali saya ingin menulis sebuah surat atau undangan atau apalah, saya sempat bingung mau menulis Jogjakarta atau Yogyakarta. Sebenarnya bagaimana konsistensi kita terhadap istilah ini? Atau apa perlu kita pertanyakan kepada Pemerintah Kota atau mungkin kepada para pembuat kebijakan tentang konsistensi ini? Apalagi baru-baru ini, saat saya selesai memperpanjang KTP (Kartu Tanda Penduduk), disitu tertera dengan jelas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta. Lalu bagaimana kita bisa menyikapi dua hal yang berbeda dalam waktu yang sama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s