WAHAM/DELUSI

Semaraknya aliran sesat saat ini, membuat saya ingin sekali mengungkapkan apa itu waham atau delusi. Dalam ilmu kedokteran jiwa, dikatakan bahwa waham sering dijumpai pada penderita gangguan mental yang merupakan salah satu dari gejala gangguan isi pikir. Waham atau delusi merupakan keyakinan palsu yang timbul tanpa stimulus luar yang cukup dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : Tidak realistik, Tidak logis, Menetap, Egosentris, Diyakini kebenarannya oleh penderita, Tidak dapat dikoreksi, Dihayati oleh penderita sebagai hal yang nyata, Penderita hidup dalam wahamnya itu, Keadaan atau hal yang diyakini itu bukan merupakan bagian sosiokultural setempat Waham ada berbagai macam, yaitu :

  • Waham kendali pikir (thought of being controlled). Penderita percaya bahwa pikirannya, perasaan atau tingkah lakunya dikendalikan oleh kekuatan dari luar.
  • Waham kebesaran (delusion of grandiosty). Penderita mempunyai kepercayaan bahwa dirinya merupakan orang penting dan berpengaruh, mungkin mempunyai kelebihan kekuatan yang terpendam, atau benar-benar merupakan figur orang kuat sepanjang sejarah (misal : Jendral Sudirman, Napoleon, Hitler, dll).
  • Waham Tersangkut. Penderita percaya bahwa setiap kejadian di sekelilingnya mempunyai hubungan pribadi seperti perintah atau pesan khusus. Penderita percaya bahwa orang asing di sekitarnya memperhatikan dirinya, penyiar televisi dan radio mengirimkan pesan dengan bahasa sandi.
  • Waham bizarre, merupakan waham yang aneh. Termasuk dalam waham bizarre, antara lain : Waham sisip pikir/thought of insertion (percaya bahwa seseorang telah menyisipkan pikirannya ke kepala penderita); waham siar pikir/thought of broadcasting (percaya bahwa pikiran penderita dapat diketahui orang lain, orang lain seakan-akan dapat membaca pikiran penderita); waham sedot pikir/thought of withdrawal (percaya bahwa seseorang telah mengambil keluar pikirannya); waham kendali pikir;waham hipokondri 
  • Waham Hipokondri. Penderita percaya bahwa di dalam dirinya ada benda yang harus dikeluarkan sebab dapat membahayakan dirinya.
  • Waham Cemburu. Cemburu disini adalah cemburu yang bersifat patologis
  • Waham Curiga. Curiga patologis sehingga curiganya sangat berlebihan
  • Waham Diancam. Kepercayaan atau keyakinan bahwa dirinya selalu diikuti, diancam, diganggu atau ada sekelompok orang yang memenuhinya.
  • Waham Kejar. Percaya bahwa dirinya selalu dikejar-kejar orang
  • Waham Bersalah. Percaya bahwa dirinya adalah orang yang bersalah
  • Waham Berdosa. Percaya bahwa dirinya berdosa sehingga selalu murung
  • Waham Tak Berguna. Percaya bahwa dirinya tak berguna lagi sehingga sering berpikir lebih baik mati (bunuh diri)
  • Waham Kiskin. Percaya bahwa dirinya adalah orang yang miskin.

11 thoughts on “WAHAM/DELUSI

  1. Dok,saya mau konsultasi misalnya nih,Karin(nama samaran) sedih banget gara2 diputusin sama cowoknya …Dia jadi ga konsen belajar,diajak ngomong juga ngelantur.Setiap Karin dikamar ia nangis,nangis,dan terus menangis.Hingga akhirnya ia mencapai tingkat “depresi” .Suatu saat ia menganggap barang kesayangannya misalnya boneka teddy bear.Ia menganggap bahwa boneka itu adalah pacarnya ,mulanya ia berbicara sayang2an sama boneka itu lalu mulai memeluk2 hingga ketinggat lebih dalam.Apakah hal itu termasuk delusi??tolong dok,segera balas surat saya ini ke e-mail yang diatas.saya sangat mengharapkan bantuan dokter.Terimakasih

  2. Jawab :
    Untuk kasus Karin ini, kita memang harus melihat lebih jauh lagi. Apa Karin ini dalam keadaan depresi (dalam tahap se berapa ringan atau berat) atau memang dia mempunyai waham/delusi?
    Seseorang dalam keadaan depresi berat, lambat laun dia bisa mengalami waham/delusi, tapi itu tidak terjadi pada semua orang, tergantung dari mekanisme dia dalam menghadapi masalah tsb.
    Secara sekilas, saya melihat bahwa kasus karin ini masih dalam tahap depresi berat. Sedangkan anggapan boneka sebagai pacarnya, dll adalah termasuk mekanisme dia dalam menghadapi masalah, cuman cara dia mengkompensasi menggunakan cara yang imatur(kurang dewasa), dia mengalihkan suatu obyek (pacarnya) dengan obyek yang nyata di sekitarnya (boneka). Cuman saya tidak begitu jelas dengan kalimat “samapi ke tingkat yang lebih dalam” itu maksudnya gmn?Mungkin ini mesti diperjelas lagi.
    Kalo Karin ini sampai pada kasus, dimana dia samapi mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada, atau melihat seseorang yang sebenarnya tidak ada, mungkin kita harus berpikir bahwa depresi yang dia alami telah berkembang ke gejala gangguan jiwa yang lebih serius.
    Saran saya, Karin harus mempunyai seseorang untuk sharing tentang masalahnya tsb dan bagaimana cara kompensasi yang benar dlm menghadapi masalah tsb.
    Sangat disarankan agar Karin untuk datang ke psikolog atau psikiater, agar depresi yang dia alami, tidak berlanjut ke gejala gangguan jiwa yang lebih serius.
    Begitu komentar dan saran saya, kurang dan lebihnya saya mohon maaf karena saya tidak melihat lebih dalam dan karena saya juga hanya manusia biasa yang banyak salah.
    Apabila kurang memuaskan atau masih ada pertanyaan, saya persilakan.
    Terimakasih…

  3. :) saya pria berusia 24. dari artikel ini saya merasa mengidap waham 1,2,3. teman-teman menilai saya sebagai insan yang sangat peka dan sejenis “alien”.

    pertama: saya sangat meyakini kekuatan dari luar sekaligus dalam, adalah Kanjeng Gusti Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT. apapun yang saya lakukan Dia-lah yang punya rencana.

    kedua: bakat saya adalah Telik Sandi (Intelligence Gathering) berharap kelak akan menjadi seorang Elite Reconnaissance Unit (Staff Intelijen) yang jelas orang awam susah mengenal saya, dan tidak sembarang orang dapat menebak pola pikir saya, dan kemungkinan besar orang penasaran dengan saya.

    ketiga: informasi terbaru dari whitehouse, media massa timur tengah, misal isi kunjungan Bush, hingga siapa pemilik terbaru saham Indosat adalah contoh info yang sensitif bagi saya. kadang kalimat di koran yang orang awam melihatnya biasa saja namun bagi saya berita itu justru mengandung simbol dan substansi yang heboh.

    bagaimana ya apa benar saya mengidap 3 waham itu?

  4. saya memerlukan sedikit penjelasan atas program ” medicine wash-out”yang biasa dilakukan oleh Psikiater di RS Jiwa bila kedatangan pasien-Skizo-menahun yang akan Rawat-Inap yg sedang kambuh dan sedang berhalusinasi-dengar.
    Harap penjelasannya atas :
    1. apa alasan teknisnya kenapa harus di”wash-out” dan
    bukannya diteruskan saja pengobatannya dgn dosis
    yg lebih tinggi atas obat2 yg sedang diminumnya ?
    2. apakah di”wash-out” artinya siPasien tak diberi
    obat apa2 atau diberi obat seminim mungkin supaya
    kondisinya menjadi benar2″down”(titik minimum pada
    curva kondisi pasien) ?
    3. biasanya “wash-out” tsb dilakukan selama berapa hari?
    4. bila setelah “wash-out” diberikan lagi obat2 yg sama
    pada Pasien, tetapi dimulai lagi dgn dosis yg sedikit
    lebih rendah dari dosis terakhir yg Pasien telah minum,
    apakah penerapan “wash-out” disini tepat ?
    Penjelasan dari dokter Psikiater saya nantikan diwebsite
    ini atau langsung keAlamat e-mail mstrzozo@yahoo.co.id .
    Trimakasih atas bantuannya.

  5. bu saya mau tnya tentang apa yang saya alami beberapa 7 tahun
    jadi begini misal saya ngetik disini tapi pikiransaya terpecah keberapa bagian misal ada gambar rumah ada orang sedang ngobrol ada saya menjelaskan tentangmasalah saya pada ibu ada ada angan2 saya jadi dalam pikiran ini ada kehidupan #khayal# entah itu apa khayalan apa halusinasi atau itu ilusi atau apa sya gak tau ciri2 saya yang lain adalah bahwa saya adalah orang yng sangat sensitif mudah tersinggung mengalami penuaandini pada wajah saya kalau orang lihat saya padasaat sayamengalami angan2 itu kan seperti orang senyum2 sendiri kadang ada rasa marah kadang ada rasa enggan melakukan suka bengong dan lainnya seperti pemalas jadi kesimpulan saya adalah saya gak bisa sama sekali konsentrasi seringnya berkhayal yang super tingi hingga menyebabakan saya seperti orang gila senyum2 sendiri kadang ada rasa marah sensitif suka curiga tapi saya selama inimasih bisa mengendalikan diri saya tapi tetap saja aku gak bisa konsentrasi apa yang saya alami
    maksih ya bu jawabanya kalau bisa jawabanya dikirim ke alamat email saya

  6. hai dok aku Mimi mau tanya soal penyakit kejiwaan Skizofrenia and erotomania coz saya ini kanya ko menjurus ke penyakit itu,saya baca beberapa sumber tentang penyakit ini dan saya mengambil kesimpulan sementara kalau saya menderita penyakit ini,waktu smp saya sering mendengar suara yang menggangu pikiran saya hingga saya putus asa dan hampir ingin bunuh diri tapi saya tidak jadi melakukanya. orang tua dan keluarga belum tau hal ini hingga saya kuliah sampai sekarang.saya juga sering memikirkan beberapa orang yang menyukai saya dan menghayalkan mereka hidup bersama saya dan menikah.yang saya ingin tanyakan apakah penyakit Skizofrenia and erotomania itu sama?,apakah penderita penyakit ini bisa menikah dan mengasuh anaknya dengan baik nantinya?dan menurut dokter apakah saya menderita penyakit ini dari cerita saya??terimakasih dok.

  7. Aku seorang wanita 36 thn beranak 2,Kira-kira sejak 2-3 bulan yg lalu.Saya mengalami penyesalan krn tidak pergi ke pesta kawinan teman.Bbrp hr setelah itu saya mrasa menyesal bgt, bahkan sampai skrg seolah-olah ada yg meng-intimidasi(spt ada suara laki2) untk pergi ke pesta yg sudah lewat temponya .WAalupung nga mungkin)

    Aku sering down, krn pikiranku suka terfokus ke sana.Aku jd takut ama yg teriak2 di kepalaku.Dan blkgan hr ini aku suka mrasa “ketakutan” akan ada yg ikutin(semacem roh halus) dan takut ditarik balik ke alam gelap , mugkin alamnya suara org yg teriak2teriakin aku.

    Skrg sy lg berobat ke psikiater diberi nepiros, triheksinfendil, dan amitratpticilin.

    Dok, bisa nga halusinasiku hilang nantinya, soalnya sy sering takut bgt, sampe hampir 1 bulan nga bisa tidur malem yg lelap.

    Bagaimana cr spy sembuh, Dok…?

  8. saya mau tanya dokter novi,sy penderita depresi berta sejak 10 tahun yg lalu,bahkan menurut analisa sy sendiri sy sudah mengidap schizoprenia, sy menderita paranoid dan mungkin kesalahan waham, yg sy mau tanyakan tolong diperjelas mengenai”wash out”, perlu dokter ketahui sudah sepuluh tahun saya minum obat anti depresan racikan dari psikiater saya ,trima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s